Pluto merupakan benda langit yang ditemukan pada 18 Februari 1930 oleh Clyde Tombaugh. Pada awal penemuannya, Pluto dimasukkan ke dalam deretan planet dalam tata surya kita, yaitu planet ke-9 setelah Neptunus.

Namun pada 24 Agustus 2006, dalam suatu sidang umum International Astronomical Union (IAU), sebuah perkumpulan para astronomi internasional, mereka mendefinisikan ulang arti dari objek “planet”.

Hasil dari sidang tersebut, ditetapkanlah kriteria baru bahwa sebuah benda langit disebut sebagai planet jika memenuhi syarat :

  1. Benda langit bukan bintang yang mengorbit mengelilingi sebuah bintang
  2. Memiliki massa (atau kalau siswa SD mengenalnya dengan ‘berat’) yang cukup untuk memiliki gravitasi sendiri, sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat menyerupai bola.
  3. Memiliki orbit (garis edar) sendiri yang telah ‘bersih’ dan tidak ditempati benda-benda langit berukuran cukup besar lainnya, selain satelitnya sendiri.

Nah, dari kriteria tersebut, Pluto tidak memenuhi syarat sebagai planet, karena selain ukurannya terlalu kecil, ia juga memiliki jalur orbit yang memanjang sehingga memotong orbit Neptunus.. akibatnya Pluto kadang lebih dekat dengan matahari dibandingkan Neptunus.

Orbit Pluto tampak samping [credit] https://list25.com

Orbit Pluto tampak atas [credit] https://www2.jpl.nasa.gov/

Selain itu, orbit Pluto juga tidak bebas dari objek-objek langit Sabuk-Kuiper (Kuiper-Belt). Objek langit dari Sabuk-Kuiper merupakan bagian dari objek Trans-Neptunus. Trans-Neptunus adalah daerah wilayah tata surya yang terletak jauuuh melampaui Neptunus. Nah, di daerah itu terdapat banyak sekali objek langit, yang disebut dengan objek Trans-Neptunus.

Kemudian Pluto akhirnya diklasifikasikan sebagai planet kerdil atau planet katai (dwarf planet).

Apa itu Planet Kerdil?

Melanjutkan dari sidang umum IAU tadi, para ahli astronomi juga mendefiniskan planet kerdil sebagai:

  1. Benda langit bukan bintang yang mengorbit mengelilingi sebuah bintang.
  2. Memiliki massa (atau kalau siswa SD mengenalnya dengan ‘berat’) yang cukup untuk memiliki gravitasi sendiri, sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat menyerupai bola.
  3. Belum ‘membersihkan lingkungan’ (clearing the neighborhood), yaitu mengosongkan orbitnya sehingga tidak ditempati benda-benda langit berukuran cukup besar lainnya, selain satelitnya sendiri.
  4. Bukan merupakan satelit dari sebuah planet atau benda langit nonbintang lainnya.

Ternyata, Pluto tidak sendiri sebagai planet kerdil dalam tata surya ini. Sejak disepakatinya deskripsi dari planet kerdil tadi, para astronom menetapkan beberapa objek yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil selain Pluto.

Sampai artikel ini ditulis, sudah teridentifikasi objek-objek planet kerdil, antara lain Ceres, Haumea, Makemake, Eris, Sedna.

[credit] http://astronomyamazing.blogspot.com/

Dari sekian planet tadi, ada yang memiliki satelit. Planet-planet tersebut adalah Pluto (memiliki satelit bernama Charon), Eris (memiliki satelit bernama Dysnomia), dan Haumea (memiliki satelit bernama Namaka dan Hi’iaka).

Baca Juga
Artikel tidak ditemukan