Sudah naluri bagi suatu makhluk hidup untuk dapat bertahan hidup dalam lingkungannya. Mulai dari mendapat makanan sampai melindungi diri dari musuh alaminya sampai cuaca. Itulah pemahaman dari beradaptasi.

Dari artikel sebelumnya, sudah dijelaskan bahwa ada 3 macam bentuk adaptasi. Yaitu adaptasi morfologi, fisiologi, dan adaptasi tingkah laku. Pada postingan kali ini, kita akan lihat contoh-contoh bagaimana beberapa hewan beradaptasi dengan lingkungannya. Nah.. coba kalian tentukan, jenis adaptasi apa yang mereka lakukan ya ^_^

  1. Kebanyakan serangga memiliki tipe mulut penggigit berupa sepasang rahang di kiri-kanan yang disebut mandibula, agar dapat mengonsumsi makanan dengan cara menggigitnya. Selain mengonsumsi makanan, juga dimanfaatkan untuk berkelahi.
    Contoh serangga yang memiliki mulut seperti ini adalah semut, lipas, belalang, dan kumbang.
  2. Nyamuk memiliki bentuk mulut untuk menusuk dan menghisap. Karena makanannya adalah darah (dari hewan maupun manusia). Bentuk mulut nyamuk berupa pipa kecil yang panjang, runcing, dan kuat. Dengan begitu, nyamuk dapat dengan mudah menembus pori-pori kulit korban lalu menghisap darahnya.
  3. Kupu-kupu adalah jenis serangga yang memiliki mulut pengisap. Bentuknya seperti belalai kecil berujung tajam yang dapat digulung. Ketika dijulurkan, belalai itu dapat menjangkau nektar yang berada di bagian dalam bunga.
  4. Lebah madu memiliki tipe mulut pengisap dan penjilat. Mulut ini dilengkapi dengan lidah panjang yang menyerupai spons. Dengan lidah panjangnya itu, lebah madu dapat mengumpulkan nektar yang tersembunyi di bagian dalam dengan cara menjilatnya.
  5. Hewan herbivora (pemakan tumbuhan) memiliki enzim selulase yang berfungsi untuk mencerna daun yang mengandung banyak serat.
  6. Nyampuk memiliki zat antikoagulan (anti pembeku darah). Fungsinya adalah menjaga darah yang dihisap oleh nyamuk tetap bisa cair.
  7. Paruh burung pelikan berukuran besar dan mempunyai kantong di dalamnya. Bentuknya seperti itu karena menangkap mangsanya dengan cara seperti kita menyendok makanan yang berada di dalam kuah.
  8. Kaki elang berbentuk pendek dan bercakar tajam, digunakan untuk mencengkeram mangsanya. Selain itu elang juga memiliki mata yang jeli, mampu melihat mangsanya dari jarak yang jauh.
  9. Postur tubuh cheetah yang lentur di bagian punggungnya serta memiliki kaki yang panjang, memungkinkan ia berlari sangat cepat untuk berburu mangsanya.
  10. Kura-kura, meskipun berjalan lambat, namun memiliki tempurung tubuh yang sangat keras. Sehingga saat ada musuh yang ingin memakannya, ia akan kesulitan memakan kura-kura tersebut.
  11. Mirip dengan kura-kura, tubuh landak dipenuhi dengan duri agar musuhnya kesulitan memangsanya.
  12. Bunglon melakukan mimikri, yaitu menyesuaikan warna tubuh dengan lingkungannya. Hal ini dilakukan agar ia dapat mengelabui musuh dan mangsanya.
  13. Cicak memutuskan ekornya sendiri saat ia terancam oleh musuhnya. Dengan begitu, musuhnya mengira mendapatkan mangsanya, padahal hanya ekornya saja. Perilaku ini dinamakan autotomi
  14. Paus termasuk hewan mamalia. Karena itu mereka bernapas dengan paru-paru. Jadi, secara berkala mereka akan muncul ke permukaan untuk mengambil udara, lalu menyelam lagi. Lho, jadi selama di dalam air, mereka menahan napasnya? Ya, betul sekali! Konon paus dapat menahan napas selama hampir 2 jam di dalam air!
  15. Rayap akan memakan kembali kulitnya yang terkelupas saat pergantian kulit. Hal ini dilakukan karena dalam kulit rayap terdapat usus rayap yang ikut mengelupas, dan usus tersebut memiliki flagellata yang menghasilkan enzim selulase yang dapat mencerna kayu. Selain itu bayi rayap yang baru menetas akan menjilati dubur rayap dewasa untuk mendapatkan flagellata tersebut dengan tujuan mendapatkan enzim selulase.
  16. Ikan yang hidup di laut akan mengeluarkan urin yang lebih pekat jika dibandingkan dengan ikan yang hidup di air tawar. Hal ini disebabkan karena kadar garam air laut lebih tinggi dari air tawar. Tingginya kadar garam menyebabkan ikan kekurangan air, sehingga banyak minum. Akibatnya kadar garam dalam darahnya menjadi tinggi sehingga untuk mengurangi kepekatan cairan dalam tubuhnya, ikan mengeluarkan urine yang pekat.
  17. Hewan-hewan yang hidup di tempat kering seperti gurun akan mengalami masalah ketersediaan air yang terbatas. Untuk itu, unta memiliki kemampuan untuk memetabolisme lemak tubuhnya menjadi air dan energi.

Itu tadi adalah beberapa contoh bagaimana hewan beradaptasi dengan lingkungannya. Apakah kalian sudah dapat menentukan jenis adaptasi dari setiap poin di atas? Baiklah, di bawah ini adalah kunci jawabannya. Silakan dicocokkan ya!

  1. Adaptasi morfologi
  2. Adaptasi morfologi
  3. Adaptasi morfologi
  4. Adaptasi morfologi
  5. Adaptasi fisiologi
  6. Adaptasi fisiologi
  7. Adaptasi morfologi
  8. Adaptasi morfologi
  9. Adaptasi morfologi
  10. Adaptasi morfologi
  11. Adaptasi morfologi
  12. Adaptasi tingkah laku
  13. Adaptasi tingkah laku
  14. Adaptasi tingkah laku
  15. Adaptasi tingkah laku
  16. Adaptasi fisiologi
  17. Adaptasi fisiologi

 

Baca Juga