Sainspedia.xyz

Menambah Wawasan Sedikit Demi Sedikit

Page 2 of 5

Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Pembaruan artikel pada January 26, 2023

Sebelumnya sudah dibahas betapa pentingnya pengukuran dalam mempelajari IPA, terutama Fisika. Dan saat kita mengukur, ada 2 hal penting yang harus diperhatikan, yaitu besaran dan satuan.

Besaran dalam Fisika, banyak sekali jenisnya (artinya, sesuatu yang dapat diukur, dinyatakan dalam angka, dan memiliki satuan, banyak sekali macamnya). Ditinjau dari satuannya, besaran dapat dikelompokkan menjadi Besaran Pokok dan Besaran Turunan.

Besaran Pokok

Besaran pokok adalah besaran yang satuannya ditetapkan terlebih dahulu. Apa artinya ‘ditetapkan terlebih dahulu’? Kita ambil contoh, besaran panjang yang satuannya adalah meter (disingkat atau diberi lambang dengan m). Artinya, perlu ditetapkan dulu bagaimana ukuran 1 meter itu didapat.

Penentuan ukuran 1 meter yang kita ketahui sekarang ini ditetapkan dengan tidak mudah oleh para ilmuwan. Mereka berkumpul dan mendiskusikannya bersama-sama. Beberapa kali definisi 1 meter ini berubah-ubah, hingga akhirnya pada tahun 1983 para ilmuwan menetapkan definisi ukuran 1 meter adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama selang waktu 1/299.792.458 detik. Definisi tersebut masih tetap berlaku hingga saat ini.

Kita ambil contoh penetapan besaran lain, yaitu besaran massa. Standar ukuran massa adalah kilogram (disingkat dengan kg). Para ilmuwan mendefinisikan 1 kilogram adalah massa suatu silinder yang dibuat dari campuran logam platina-iridium yang setara dengan 1 liter air murni (H20) pada suhu 4oC.

Nah, karena ukuran 1 meter dan 1 kilogram didefinisikan (ditetapkan) terlebih dulu, maka besaran panjang dan massa termasuk besaran pokok. Berikut adalah daftar besaran-besaran yang satuannya didefinisikan terlebih dulu:

Nama BesaranSatuanLambang
Panjangmeterm
Massakilogramkg
Waktusecond (detik)s
SuhukelvinK
Kuat arusampereA
Intensitas cahayacandelaCd
Jumlah zatmolemol
Jenis-jenis besaran pokok

Besaran Turunan

Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. Maksud diturunkan disini adalah, satuan dari besaran tersebut tidak perlu didefinisikan lagi, karena besarannya diambil dari ‘kombinasi’ dari besaran-besaran pokok.

Misalnya, kecepatan adalah salah satu besaran turunan. Satuan kecepatan adalah meter/detik. Meter adalah satuan dari besaran panjang, sedangkan detik adalah satuan dari besaran waktu. Satuan untuk besaran panjang dan waktu sudah didefinisikan terlebih dulu sebelumnya. Jadi, tidak perlu lagi mendefinisikan apa itu 1 meter per detik.

Contoh yang lain adalah besaran volume, yaitu m3 (meter kubik). Meter kubik adalah hasil dari meter x meter x meter. Satuan meter sudah terdefinisi sebelumnya, jadi tidak perlu lagi mendefinisikan 1 meter kubik itu apa.

Nah, beda halnya dengan lebar, tinggi, atau keliling. Karena satuannya sama, yaitu meter, maka lebar, tinggi, dan keliling adalah besaran panjang, hanya dengan istilah yang berbeda. Lebar menunjukkan ukuran yang lebih pendek dari ‘panjang’. Tinggi menunjukkan ukuran dimensi panjang yang mengarah ke atas (seperti tinggi pohon atau tinggi bangunan). Sedangkan keliling artinya adalah jumlah panjang garis pembatas suatu bidang datar.

Jadi, banyak sekali jenis dari besaran turunan ini, karena satuannya pun adalah kombinasi dari satuan besaran pokok. Berikut adalah beberapa di antaranya:

BesaranLambangDiturunkan dari
Luasm2Besaran panjang
Volumem3Besaran panjang
Kecepatanm/sBesaran panjang dan waktu
Percepatanm/s2Besaran panjang dan waktu
Massa jeniskg/m3Besaran massa dan panjang
Berat atau gayaN (kg . m/s2)Besaran massa, panjang, dan waktu
Debitm3/sBesaran panjang dan waktu
Contoh-contoh besaran turunan

Satuan Sistem Internasional

Pada tahun 1960, diresmikanlah pemberlakuan satuan Sistem Internasional atau disingkat SI. Hal ini bertujuan untuk menjalin hubungan antarbangsa serta menyeragamkan dan memudahkan penggunaan alat ukur beserta konversinya di seluruh dunia. Jadi, jika kalian beli kain di India, misalnya, ada standar satuan panjang yang dipakai baik di Indonesia maupun India, yaitu meter.

Satuan SI digunakan untuk memperoleh kemudahan-kemudahan, seperti:

  1. Dalam SI, setiap besaran hanya memiliki satu satuan pokok. Satuan-satuan yang lebih besar atau lebih kecil dihubungkan dalam satuan pokok dengan memberi awalan. Misal, satuan panjang adalah meter. Ukuran yang lebih besar dari meter ada dekameter, hektometer, dan sebagainya. Untuk ukuran yang lebih kecil ada desimeter, centimeter , dan sebagainya.
  2. Satuan SI berdasarkan sistem desimal, yaitu dengan kelipatan 10.

Berikut adalah tabel awalan satuan Sistem Internasional:

Awalan SatuanSimbolKelipatan
TeraT1012
GigaG109
MegaM106
Kilok103
Hektoh102
Dekada101
Desid10-1
Sentic10-2
Milim10-3
Mikro10-6
Nanon10-9
Pikop10-12
Daftar awalan satuan

Aturan Penulisan Satuan

Beberapa satuan dalam fisika diambil dari nama penemunya. Misal, satuan gaya adalah newton. Newton diambil dari seorang ilmuwan bernama Isaac Newton. Namun ada pula satuan yang tidak berasal dari nama penemu, seperti kilogram, meter, detik. Nah, untuk membedakan antara nama satuan dengan nama penemunya, terdapat aturan penulisan satuan.

Pada dasarnya, satuan dapat disingkat (dibuat lambang) atau ditulis lengkap dengan huruf kecil. Untuk satuan yang diambil dari nama orang, jika ditulis lengkap harus menggunakan huruf kecil, tapi jika ditulis sebagai lambang harus dengan huruf kapital.

Contoh satuan yang bukan berasal dari nama orang

  1. Massa: kilogram, disingkat kg; gram, disingkat g
  2. Panjang: meter, disingkat m
  3. Waktu: second, disingkat s
  4. Kecepatan: meter/second, disingkat m/s
  5. Massa jenis: kilogram per meter kubik, disingkat kg/m3

Contoh satuan yang berasal dari nama orang

  1. Kuat arus listrik: ampere, disingkat A; miliampere, disingkat mA
  2. Gaya: newton, disingkat N
  3. Daya: watt, disingkat W
  4. Usaha: joule, disingkat J
  5. Energi listrik: kilowatt-hour, disingkat kWh
Yang jadi referensi
Tim Abdi Guru. 2014. IPA Fisika untuk SMP/MTs Kelas VII. Erlangga. Jakarta
Kanginan, Marthen. 2007. IPA Fisika untuk SMP Kelas VII. Erlangga. Jakarta
Sumarwan dkk. 2010. Science for Junior High School Grade VII 1st Semester. Erlangga. Jakarta

Pentingnya Pengukuran dalam IPA

Pembaruan artikel pada January 26, 2023

IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) adalah ilmu tentang segala sesuatu yang ada di sekitar kita, tentang gejala alam beserta interaksinya.

Saat mempelajari IPA, tidak akan terlepas dari mengamati objek. Dalam IPA, kita tidak bisa mengamati sebuah objek dan menjelaskannya hanya berdasarkan apa yang kita rasakan. IPA merupakan sebuah ilmu pasti, sehingga saat mengamati sebuah objek yang sangat kecil, misalnya, kita perlu pastikan berapa kecil ukurannya. Atau kalau sangat besar, berapa besar ukurannya. Kalau ada air di panci sedang dipanaskan, yang kita amati adalah, “Berapa suhu air di panci tersebut saat mendidih?”. Jadi, bukan sekedar, “Wah, airnya sudah panas dan mendidih, nih”.

Maka, untuk mendapatkan hasil pengamatan yang akurat, perlu dilakukan kegiatan pengukuran. Kegiatan mengukur, misalnya seperti mengukur panjang garis dengan mistar, atau teman kamu mengukur lamanya kamu berlari menggunakan stopwatch.

Kegiatan mengukur berkaitan dengan dua hal penting yaitu besaran dan satuan. Apa itu besaran? Apa itu satuan? Mari kita pahami 2 kata tersebut dengan sebuah cerita.

Misalnya, kamu mengukur panjang buku menggunakan pensil. Hasilnya adalah panjang buku sama dengan 3 pensil. Jadi dalam pengukuran ini, kamu menggunakan pensil sebagai satuan panjang, dan nilainya adalah 3.

Demikian pula saat kamu menggunakan cangkir untuk mengisi botol dengan air sampai penuh. Misalnya, jika untuk mengisi botol sampai penuh diperlukan 5 cangkir, maka volume botol sama dengan 5 cangkir. Cangkir disebut sebagai satuan volume.

Pengukran massa
Anak sedang membandingkan massa mobil-mobilan dengan massa boneka-boneka beruang – www.kindergartenkindergarten.com

Nah, dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hasil pengukuran panjang maupun volume bergantung pada satuan yang digunakan. Pada contoh di atas, panjang dan volume merupakan sesuatu yang dapat diukur, memiliki nilai dan satuan. Berarti, panjang dan volume merupakan besaran. Sedangkan pensil dan cangkir merupakan alat pembanding dalam pengukuran, yang disebut satuan.

Maka, dapat disimpulkan :

  • Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur, dinyatakan dalam angka, dan memiliki satuan
  • Satuan adalah pembanding di dalam pengukuran
  • Mengukur artinya membandingkan besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.

Dari uraian singkat tadi, maka, saat kita mempelajari IPA dan sedang melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pengukuran, jangan lupa untuk selalu menyertakan nilai dan satuan.

Contoh menyatakan kegiatan pengukuran yang salah :

  1. Besi itu punya berat (massa) 3
    Yang benar adalah : Besi itu punya berat (massa) 3 kilogram
  2. Pada speedometer, kecepatan mobil menunjukkan 65
    Yang benar adalah : Pada speedometer, kecepatan mobil menunjukkan 65 km/jam

Sekarang, bisakah kalian menentukan, besaran apa yang dimaksud dari kalimat-kalimat di bawah ini? Tunjukkan pula nilai dan satuannya, ya ^_^

  1. Paman memiliki tali tambang sepanjang 4 meter.
  2. Ember tersebut dapat menampung air sebanyak 2,5 liter.
  3. Seorang pelari dapat berlari dengan kecepatan 8,5 meter/detik
  4. Kebun kakek luas sekali. Dengan ukuran 92 hektar, kebunnya ia tanami dengan pohon pisang, jeruk, dan mangga
  5. Karena macet, perjalanan Jakarta ke Bandung harus ditempuh selama 5 jam.

Sudah terjawab semua? Silakan dicocokkan hasilnya dengan jawaban di bawah ini ^_^

  1. Besaran: panjang; nilai: 4; satuan: meter.
  2. Besaran: volume; nilai: 2,5; satuan: liter.
  3. Besaran: kecepatan; nilai: 8,5; satuan: meter/detik.
  4. Besaran: luas; nilai: 92; satuan: hektar.
  5. Besaran: waktu; nilai: 5; satuan: jam.
Yang jadi referensi
Sumarwan dkk. 2007. Science for Junior High School Grade VII 1st Semester. Erlangga. Jakarta
Widodo, Wahono dkk. 2016. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII Semester 1. Kemdikbud. Jakarta

Belajar IPA Adalah Belajar Mengamati

Pembaruan artikel pada January 26, 2023

Banyak hal yang menyenangkan bagi kita karena penemuan-penemuan oleh para ilmuwan. Kita dapat mendengarkan musik, menonton televisi, berkomunikasi dengan saudara atau teman kita melalui telepon, bisa pergi ke tempat yang jauh dengan mobil, kapal, ataupun pesawat terbang, dan lain sebagainya.

Pernahkah kalian berpikir, kenapa televisi bisa menampilkan gambar, telepon genggam membuat kita bisa berkomunikasi dengan orang yang ada di belahan bumi lain?

Hal-hal tersebut tidak lepas dari peran para ilmuwan jaman dulu yang mengabdikan hidupnya menyebarkan ilmu pengetahuan kepada umat manusia, sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik untuk kelangsungan hidup kita hingga saat ini. Dengan ilmu pengetahuan, banyak sekali urusan dalam kehidupan sehari-hari jadi terbantu dan lebih mudah menyelesaikannya.

Apa sih yang dilakukan para ilmuwan tersebut?

Para ilmuwan mempelajari hal-hal yang terjadi di sekitar kita dengan cara melakukan serangkaian penelitian dengan cermat dan hati-hati. Mereka, dengan keingintahuan yang sangat besar akan sesuatu, berusaha untuk mencari tahu mengapa suatu hal bisa terjadi.

Kepekaan akan suatu gejala alam yang terjadi yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, yang menurut kita adalah suatu hal yang biasa, itulah yang menurut para ilmuwan hal yang luar biasa.

Isaac Newton adalah salah satu ilmuwan terkenal yang mengemukakan hukum Gravitasi. Hukum ini ditemukan karena beliau terinspirasi dari jatuhnya apel dari pohon. Saat apel tersebut jatuh di atas kepalanya, yang ada di benaknya adalah, “Apa yang menyebabkan apel ini bisa jatuh?”

Salah satu manfaat yang didapat dari dirumuskannya hukum Newton ini untuk kehidupan kita contohnya pada pesawat terbang yang dapat terbang di udara saat ini.

Robert Brown, juga salah satu ilmuwan terkenal yang penemuannya sangat berpengaruh hingga saat ini. Beliau mengemukakan kesimpulan bahwa ternyata suatu partikel zat selalu bergerak terus menerus tidak berhenti (Disebut Gerak Brown). Hal ini ia temukan ketika sebelumnya tidak sengaja mengamati butiran-butiran serbuk sari bunga yang jatuh di permukaan air. Butiran tersebut terlihat terus bergerak meski permukaan airnya tenang. Saat diamati di bawah mikroskop, didapatlah kesimpulan bahwa butiran serbuk sari itu bergerak meski di permukaan air yang tenang karena partikel-partikel penyusun butiran serbuk sari tersebut juga terus bergerak tidak berhenti.

Robert Brown – www.thefamouspeople.com

Dari Gerak Brown ini akhirnya kita bisa memahami bagaimana pemuaian benda terjadi saat dipanaskan.

Nah, dari dua cerita singkat tadi, dapat diambil kesimpulan bahwa mempelajari IPA tidak terlepas dari pengamatan. Dengan mengamati akan sesuatu, akan timbul pertanyaan-pertanyaan yang mendorong kita untuk banyak menggali informasi dan mencari tahu, sehingga bisa mengambil kesimpulan dari apa yang kita amati tadi.

Yang jadi referensi
Sumarwan dkk. 2010. Science for Junior High School Grade VII. Erlangga. Jakarta
Kanginan, Marthen. 2007. IPA Fisika untuk SMP Kelas VII. Erlangga. Jakarta

Pluto dan Planet-Planet Kerdil

Pembaruan artikel pada February 4, 2023

Pluto merupakan benda langit yang ditemukan pada 18 Februari 1930 oleh Clyde Tombaugh. Pada awal penemuannya, Pluto dimasukkan ke dalam deretan planet pada tata surya kita, yaitu planet ke-9 setelah Neptunus.

Namun pada 24 Agustus 2006, dalam suatu sidang umum International Astronomical Union (IAU), sebuah perkumpulan para astronomi internasional, mereka mendefinisikan ulang arti dari objek “planet”.

Hasil dari sidang tersebut, ditetapkanlah kriteria baru bahwa sebuah benda langit disebut sebagai planet jika memenuhi syarat :

  1. Benda langit bukan bintang yang mengorbit mengelilingi sebuah bintang
  2. Memiliki massa (atau kalau siswa SD mengenalnya dengan ‘berat’) yang cukup untuk memiliki gravitasi sendiri, sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat menyerupai bola.
  3. Memiliki orbit (garis edar) sendiri yang telah ‘bersih’ dan tidak ditempati benda-benda langit berukuran cukup besar lainnya, selain satelitnya sendiri.

Nah, dari kriteria tersebut, Pluto tidak memenuhi syarat sebagai planet, karena selain ukurannya terlalu kecil, ia juga memiliki jalur orbit yang memanjang sehingga memotong orbit Neptunus.. akibatnya Pluto kadang lebih dekat dengan matahari dibandingkan Neptunus.

Orbit Pluto
Orbit Pluto tampak samping – list25.com
Orbit Pluto tampak atas – www2.jpl.nasa.gov

Selain itu, orbit Pluto juga tidak bebas dari objek-objek langit Sabuk-Kuiper (Kuiper-Belt). Objek langit dari Sabuk-Kuiper merupakan bagian dari objek Trans-NeptunusTrans-Neptunus adalah daerah wilayah tata surya yang terletak jauuuh melampaui Neptunus. Nah, di daerah itu terdapat banyak sekali objek langit, yang disebut dengan objek Trans-Neptunus.

Kemudian Pluto akhirnya diklasifikasikan sebagai planet kerdil atau planet katai (dwarf planet).

Apa itu Planet Kerdil?

Melanjutkan dari sidang umum IAU tadi, para ahli astronomi juga mendefiniskan planet kerdil sebagai:

  1. Benda langit bukan bintang yang mengorbit mengelilingi sebuah bintang.
  2. Memiliki massa yang cukup untuk memiliki gravitasi sendiri, sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat menyerupai bola.
  3. Belum ‘membersihkan lingkungan’ (clearing the neighborhood), yaitu mengosongkan orbitnya sehingga tidak ditempati benda-benda langit berukuran cukup besar lainnya, selain satelitnya sendiri.
  4. Bukan merupakan satelit dari sebuah planet atau benda langit nonbintang lainnya.

Ternyata, Pluto tidak sendiri sebagai planet kerdil dalam tata surya ini. Sejak disepakatinya deskripsi dari planet kerdil tadi, para astronom menetapkan beberapa objek yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil selain Pluto.

Sampai artikel ini ditulis, sudah teridentifikasi objek-objek planet kerdil, antara lain Ceres, Haumea, Makemake, Eris, Sedna.

sumber: astronomyamazing.blogspot.com

Dari sekian planet tadi, ada yang memiliki satelit. Planet-planet tersebut adalah Pluto (memiliki satelit bernama Charon), Eris (memiliki satelit bernama Dysnomia), dan Haumea (memiliki satelit bernama Namaka dan Hi’iaka).

Serba-serbi Tentang Bulan

Pembaruan artikel pada January 26, 2023

Kalau kalian perhatikan bulan di langit saat purnama, terlihat bulan berbentuk bulat sempurna dan sangat indah. Namun, ternyata permukaan bulan tidak semulus yang kita lihat. Permukaan bulan sebenarnya penuh lubang kawah akibat tubrukan dengan asteroid dan komet.

Kenapa bisa sering terjadi tubrukan? Karena atmosfer bulan yang tipis sehingga tidak mampu memberi perlindungan terhadap hantaman benda-benda langit yang jatuh ke permukaannya. Karena atmosfer yang tipis ini juga, menjadikan suara tak bisa didengar ketika kita berada di bulan. Selain itu juga membuat tekanan udara menjadi sangat rendah, sehingga tidak ada angin disana.

Tipisnya atmosfer juga mengakibatkan air dalam bentuk cair tidak bisa bertahan di permukaan bulan, karena ketika terpapar panas matahari, akan cepat terurai dan menghilang ke luar angkasa.

Jadi air yang berada di bulan diperkirakan berasal dari es yang dibawa oleh komet yang menabrak bulan, atau dari reaksi batuan bulan yang kaya oksigen dengan hidrogen dari angin matahari.

Struktur Bulan

Bulan memiliki struktur berupa lapisan kerak, mantel, dan inti seperti benda langit kebumian (benda langit yang mirip bumi) lainnya.

Bulan memiliki inti yang tergolong kecil, dengan radius kurang lebih 350 km, atau hanya 20% dari ukuran bulan, atau 15 kali lebih kecil dari inti bumi.

Bagian inti dalam kaya akan besi padat, sedang inti luar berupa besi cair. Di sekitar inti bulan terdapat lapisan pembatas, berupa cairan magma yang berada di kedalaman 1200-1350 km.

Struktur Bulan
Struktur lapisan bulan

Kalau ada cairan magma, berarti di bulan ada gunung berapi aktif? Ya, dulu memang pernah ada gunung berapi disana, dan letusannya terakhir terjadi sekitar 1,2 miliar tahun yang lalu. Diperkirakan magma dengan kandungan titanium yang ada di perut bulan saat ini sedang berada dalam fase pendinginan, sehingga terlalu berat untuk dapat mengalir ke permukaan dan mengakibatkan letusan.

Namun, meski ada letusan gunung berapi, tidak berarti tanah di bulan subur seperti yang terjadi di bumi. Hal ini karena lapisan kerak bulan yang terus terhantam komet, asteroid, dan meteorit menghasilkan debu regolith dengan ketebalan bisa mencapai 20 meter. Sedang lapisan bawahnya berupa rekahan batuan dengan kedalaman berkilo-kilometer, yang dinamakan megaregolith.

Lapisan batuan di bulan -www.jerichardsonjr.info

Revolusi Bulan

Bulan merupakan benda langit pengiring bumi (satelit bumi). Hal ini terjadi karena adanya gaya tarik-menarik antara gravitasi bumi dan gravitasi bulan. Lintasan revolusi bulan saat mengelilingi bumi (yang disebut orbit) berbentuk elips atau lonjong, dan bumi tidak berada di tengah-tengah pusat lintasan bulan. Sehingga ada waktu dimana saat berevolusi bulan berada di posisi terdekat dengan bumi (disebut perigee), dan bisa juga berada di posisi terjauh (disebut apogee).

Baca juga tentang Super Blue Blood Moon karena posisi perigee dan apogee.

Revolusi Bulan
Gambaran lintasan yang dilalui bulan. foto: sciencebrainwaves.com

Meski saling tarik menarik, bulan tidak pernah jatuh ke permukaan bumi. Hal ini disebabkan bulan memiliki gaya sentrifugal sebagai akibat dari gerak revolusinya. Gaya sentrifugalnya lebih kuat dari gaya tarik-menarik pada sistem gravitasi bumi-bulan. Jadi, bulan tetap bisa mengelilingi bumi sambil bergerak menjauh.

Ada beberapa hal yang terjadi akibat gerak revolusi bulan mengelilingi bumi, seperti perubahan kenampakan bulan saat dilihat dari bumi, serta pasang surut air laut.

Perubahan kenampakan bulan atau biasa disebut fase bulan terjadi karena kedudukan bagian bulan yang terkena cahaya matahari (terhadap bumi) selalu berubah-ubah.

Sedangkan pasang surut air laut terjadi karena pada saat-saat tertentu, kedudukan bulan dan matahari terhadap bumi berubah sedemikian rupa, sehingga gravitasinya berpengaruh terhadap (ketinggian) air laut.

Yang jadi referensi
Haryanto. 2007. Sains untuk Sekolah Dasar Kelas VI. Erlangga. Jakarta
2015. Komik Kuark Level III Edisi 06 Thn XI. Jakarta
2015. Komik Kuark Level III Edisi 08 Thn XI. Jakarta

Mengenal Perkembangbiakan Vegetatif Buatan pada Tumbuhan

Pembaruan artikel pada January 26, 2023

Perkembangbiakan secara vegetatif pada tumbuhan adalah proses perbanyakan tanaman tanpa kawin atau tanpa biji. Tanaman yang baru berasal dari bagian tubuh induknya sendiri, tidak butuh induk jantan dan betina.

Biasanya reproduksi vegetatif dilakukan pada tanaman yang induknya berkualitas bagus, seperti menghasilkan buah yang besar dan manis, warna bunga yang indah, atau bentuk daun yang menarik. Karena kalau induknya sudah unggul, anaknya juga pasti unggul.

Berbeda dengan perkembangbiakan generatif, yang terjadi adalah pencampuran sifat-sifat induk jantan dan betina, sehingga sifat yang unggul belum tentu muncul di tanaman baru.

Karena reproduksi vegetatif dibantu oleh manusia, maka disebut reproduksi vegetatif buatan. Berikut adalah beberapa cara untuk melakukan reproduksi vegetatif buatan

Cangkok

Berikut adalah cara mencangkok:

  1. Tandai bagian yang akan dicangkok
  2. Buat sayatan melingkar sepanjang 3 – 5 cm, di bagian bawah kuncup daun.
  3. Hilangkan kambium dan lendir dengan pisau. Keringkan selama 2 – 5 hari.
  4. Tutup bekas sayatan dengan campuran tanah dan pupuk. Bungkus dengan plastik berlubang atau sabut kelapa. Selama ditutup, sirami secara teratur bagian yang dibungkus tadi hingga akarnya tumbuh cukup banyak.
  5. Buka pembungkusnya
  6. Potong ranting pada bagian bawah pembungkusnya.
  7. Ranting yang sudah berakar dipindahkan dan ditanam di dalam pot tersendiri.
  8. Tanaman hasil cangkokan dapat terus tumbuh sebagai tanaman baru
Contoh perkembangbiakan vetegatif - Mencangkok
Cara mencangkok – visiuniversal.blogspot.co.id

Keuntungan perkembangbiakan dengan cara mencangkok ini adalah tanaman akan lebih cepat menghasilkan buah, dan pohon hasil cangkokan tidak terlalu tinggi.

Tanaman yang biasa dilakukan perkembangbiakan dengan cara ini adalah mangga.

Setek

Setek dilakukan dengan cara memotong bagian tanaman yang bertunasPotongan tunas tersebut akan tumbuh jadi individu tanaman baru jika ditanam di tanah. Ada beberapa jenis setek yang bisa dilakukan, tergantung di bagian mana calon tunasnya berada.

Setek Batang

Dilakukan dengan cara memotong batang secara meruncing, kemudian menancapkannya ke dalam tanah. Selang beberapa hari kemudian, potongan tersebut mampu menumbuhkan akar dan tunas baru. Biasa dilakukan pada tanaman singkong, kembang sepatu, dan mawar.

Contoh perkembangbiakan vetegatif - Setek Batang
Cara setek batang pada tanaman singkong – gesangsharewithyou.blogspot.co.id

Setek Daun

Stek daun dilakukan dengan cara memotong daun yang memiliki banyak tunas. Potongan daun kemudian ditancapkan ke dalam tanah. Selang beberapa hari kemudian, potongan daun tersebut mampu menumbuhkan tunas baru. Setelah tunas tersebut muncul dan tumbuh, perlahan potongan daun itu akan membusuk dan akhirnya mati, meninggalkan tunas baru untuk berkembang sendiri.

Contoh perkembangbiakan vetegatif - Setek Daun
Cara setek daun pada tanaman begonia – www.plengdut.com

Contoh tanaman yang dikembangbiakkan dengan setek daun adalah begonia, cocor bebek, sansevieria.

Setek Umbi

Dilakukan dengan cara memotong bagian umbi yang mengandung calon tunas. Potongan umbi kemudian diletakkan di atas tanah dengan bagian tunas yang menghadap ke atas. Selang beberapa hari kemudian potongan umbi tersebut akan tumbuh menjadi tanaman baru.

Contoh tanaman yang dikembangbiakkan dengan setek umbi, adalah kentang, ubi jalar, talas.

Setek Akar

Dilakukan dengan cara memotong akar sepanjang 10-15 cm, kemudian menanamnya ke tanah dengan bagian akar yang lebih muda diletakkan di bagian bawah. Jangan sampai terbalik, karena jika terbalik akar tidak dapat bertunas.

Setek akar dilakukan pada tanaman yang akarnya bisa bertunas secara alami, contohnya tanaman sukun.

Pada perbanyakan tumbuhan dengan cara setek, tunas dan akar tidak hanya tumbuh dari batang, tapi bisa juga di daun, akar, atau umbi. Makanya disebut juga tunas adventif atau akar adventif (adventif artinya tambahan, tumbuh bukan di tempat yang semestinya).

Enten (Sambung Pucuk)

Mengenten dilakukan dengan cara menyambung pucuk tanaman dengan batang tanaman lain. Pucuk diambil dari tanaman penghasil buah yang besar dan manis, bunga yang indah, atau daun yang menarik. Sedangkan batang bawah diambil dari tanaman berbatang kuat.

Cara-cara mengenten:

  1. Belah bagian tengah batang bawah. Potong pucuk atas membentuk baji.
  2. Pucuk atas disambungkan dengan batang bawah.
  3. Ikat dengan tali plastik seerat mungkin, sehingga sambungan kokoh
  4. Diamkan hingga kedua bagian menyatu. Sirami dan beri pupuk.

Contoh tanaman yang perkembangbiakannya dengan cara ini adalah jambu klutuk.

Contoh perkembangbiakan vetegatif - Mengenten
Cara mengenten – www.viverosblanco.com

Runduk

Merunduk dilakukan pada tanaman yang berbatang lentur, panjang, tidak mudah patah, serta cabang batangnya tumbuh di dekat tanah.

Cara perkembangbiakan ini adalah, pilih terlebih dulu bagian batang yang cukup tua dan lentur. Kerat sedikit bagian batang tersebut, kemudian rundukkan dan benamkan bagian batang yang telah dikerat tersebut ke dalam tanah. Siram dengan teratur. Setelah tumbuh akar, pisahkan batang tersebut untuk ditanam sebagai tanaman baru.

Perkembangbiakan tanaman dengan cara ini misalnya pada tanaman arbei, stroberi, anggur.

Contoh perkembangbiakan vetegatif - Merunduk
Cara merunduk – disiniaja.net

Okulasi (Menempel)

Reproduksi dengan cara okulasi dilakukan dengan menempelkan mata tunas ke batang tanaman lain yang sejenis. Mata tunas diambil dari tanaman penghasil buah, daun, atau bunga yang berkualitas. Sedangkan batang bawah diambil dari tanaman berbatang kuat.

Cara melakukan okulasi:

  1. Ambil mata tunas pada tanaman 1
  2. Pada tanaman 2, sayat kulit batang hingga membentuk seperti juluran lidah. Potong setengah kulit yang menjulur.
  3. Tempelkan mata tunas ke batang tanaman 2 yang kulitnya telah disayat dan dibuka sebagian.
  4. Tutup kelebihan kulit batang dengan tali plastik. Ikat dengan kencang sambungan mata tunas dan batang.

Jika berhasil, mata tunas akan berwarna hijau, tumbuh dan menyatu dengan batang utama.

Contoh perkembangbiakan vetegatif - Okulasi
Cara okulasi – www.hunker.com
Yang jadi referensi
Haryanto. 2007. Sains untuk Sekolah Dasar Kelas VI. Erlangga. Jakarta
2013. Komik Kuark Level III Edisi 10 Thn IX. Jakarta
2014. Komik Kuark Level III Edisi 10 Thn X. Jakarta

Mengenal Perkembangbiakan Generatif pada Tumbuhan

Pembaruan artikel pada January 26, 2023

Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang unik. Unik, karena tidak seperti manusia dan hewan yang bisa bergerak bebas untuk berpindah tempat. Lalu, bagaimana ia berkembang biak? Tuhan Maha Pencipta memang adil. Tumbuhan diciptakan tidak perlu pindah kesana kemari untuk bisa berkembang biak. Lalu, bagaimana caranya?

Tumbuhan dapat berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan secara generatif adalah perkembangbiakan melalui tahap perkawinan (pada tumbuhan namanya Penyerbukan), sedangkan secara vegetatif, artinya perkembangbiakan tanpa melalui tahap perkawinan.

Pada perkembangbiakan secara generatif akan terjadi peleburan antara sel jantan dengan betina.

Sel jantan tumbuhan terdapat pada serbuk sari. Serbuk sari tersebut menempel pada alat kelamin jantan, yaitu benang sari (stamen). Sel jantan akan membuahi sel betina yang berupa bakal buah/bakal biji (ovule). Bakal buah terdapat pada alat kelamin betina, yaitu putik. Keduanya (alat kelamin jantan dan betina) ini bisa kita temukan dalam satu bunga.

Bagian bunga, sumber: mengakujenius.com

Proses Penyerbukan

Proses penyerbukan pada tumbuhan bisa dijelaskan dengan beberapa tahapan di bawah ini:

  1. Serbuk sari terlepas dari benang sari.
  2. Serbuk sari yang beruntung akan menempel pada bagian kepala putik.
  3. Di antara serbuk sari yang menempel pada kepala putik dan bakal buah, terdapat sebuah jalur menyerupai terowongan berukuran sangat kecil.
    Di sini serbuk sari akan melepaskan inti sel (nukleus) yang merupakan sel jantan. Nah, inti sel akan bergerak sepanjang terowongan kecil, menuju sel telur.
  4. Selanjutnya, inti sel akan mengakhiri ‘perjalanannya’ dengan menempel pada bakal buah
  5. Di dalam putik tersebut akan terjadi proses peleburan sel jantan dan sel betina, sehingga akan menghasilkan biji.
  6. Ketika biji tersebut jatuh ke tanah, maka biji akan tumbuh dan membentuk tanaman baru.
Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan
Tahapan penyerbukan

Saat terjadinya proses penyerbukan ini, ada 2 macam, yaitu yang secara alami (generatif alami) dan secara buatan (generatif buatan).

Pada generatif buatan, proses penyerbukan tumbuhan berlangsung dengan bantuan manusia. Caranya adalah dengan sengaja menempelkan serbuk sari ke bagian kepala putik. Hal ini umumnya dilakukan pada jenis tanaman yang memilki nilai ekonomi tinggi untuk diperjualbelikan atau dikarenakan penyerbukan secara alamiah jarang berhasil terjadi, contohnya adalah pada tanaman vanili.

Pada generatif alami, penyerbukan dilakukan dengan bantuan hewan atau angin. Angin akan menerbangkan serbuk-serbuk sari sehingga bisa jadi akan jatuh di atas kepala putik. Penyerbukan dengan bantuan angin umumnya terjadi pada tanaman padi, jagung, gandum, dan rerumputan.

Kalau penyerbukan dengan bantuan hewan, biasanya hewan yang membantu umumnya adalah serangga yang suka hinggap di bunga untuk menghisap nektar (baca juga tentang adaptasi fisiologi pada tumbuhan), seperti lebah dan kupu-kupu.

Saat hinggap dan asyik mengambil nektar bunga, serbuk sari akan menempel pada kaki-kaki serangga itu. Dan ketika kaki-kaki serangga berpindah hinggap di kepala putik, serbuk sari akan terlepas dari kaki serangga dan menempel pada bagian kepala putik. Saat itulah proses penyerbukan pun terjadi.

Berikutnya, bila terjadi penyerbukan secara alami, bisa terjadi beberapa kemungkinan:

  1. Serbuk sari jatuh dan menempel pada putik di bunga yang sama. Ini namanya Penyerbukan Sendiri.
  2. Serbuk sari dari pohon yang sama jatuh pada putik di bunga yang berbeda. Ini namanya Penyerbukan Tetangga.
  3. Serbuk sari dari tumbuhan pohon A menempel pada putik di tumbuhan pohon B yang keduanya adalah tumbuhan sejenis. Ini namanya Penyerbukan Silang.

Hmm.. bagaimana kalau serbuk sari tumbuhan A menempel pada putik tumbuhan C yang beda jenis dengan A? Misal, serbuk sari dari tanaman mangga jatuh dan menempel pada putik tanaman jeruk… Kalau ada hal seperti ini, tidak akan terjadi pembuahan ^_^

Yang jadi referensi
Haryanto. 2007. Sains untuk Sekolah Dasar IV. Erlangga. Jakarta
2008. Komik Kuark Level III Edisi 07 Th IV. Jakarta

Mengungkap Rahasia Lidah Manusia

Pembaruan artikel pada January 26, 2023

Alangkah nikmatnya ketika kita makan atau minum, kita bisa mengecap berbagai rasa dari makanan dan minuman tersebut. Hal tersebut tidak terlepas dari peran lidah kita.

Apa sebenarnya yang terjadi pada lidah?

Lidah memang memiliki kemampuan untuk mengecap rasa, seperti rasa manis, asin,masam, pahit, dan gurih (umami). Bagaimana dengan pedas? Pedas bukanlah rasa, melainkan sensasi yang timbul akibat iritasi (gangguan) terhadap rangsang nyeri di lidah.

Apa yang membuat lidah dapat mengecap berbagai macam rasa? Ternyata pada permukaan lidah terdapat bintil-bintil yang bisa mengecap rasa, biasa disebut papila (papillae). Bintil-bintil papila ini tersebar di seluruh permukaan lidah bagian atas. Di dalam papila terdapat kuncup-kuncup pengecap dan rambut super halus yang disebut mikrovilliMikrovilli inilah yang merupakan reseptor (penerima rangsang) pengecap rasa. Fungsi pengecapan ini dibantu juga oleh air liur. Air liur akan melarutkan makanan sehingga dapat terdeteksi oleh reseptor pengecap lidah.

Struktur lidah

Seluruh bagian permukaan atas lidah kita yang berbintil, dapat mengecap kelima rasa tadi di atas. Namun, ada bagian-bagian tertentu yang peka terhadap rasa tertentu. Seperti:

  1. Rasa manis lebih peka untuk dirasakan pada ujung lidah
  2. Rasa asin lebih peka untuk dirasakan pada ujung lidah dan sekitarnya
  3. Rasa masam lebih peka untuk dirasakan pada pinggir lidah
  4. Rasa pahit lebih peka untuk dirasakan pada pangkal lidah
  5. Rasa gurih lebih peka untuk dirasakan pada hampir seluruh permukaan atas lidah yang berbintil
area perasa lidah

Beberapa contoh makanan ataupun minuman yang memiliki rasa:

  • Manis, contohnya gula, buah semangka, permen, cokelat, sirup, kue manis
  • Asin, contohnya garam, ikan asin, telur asin
  • Masam, contohnya lemon, jeruk limau, cuka
  • Pahit, contohnya jamu, paria/pare
  • Gurih, contohnya konbu/rumput laut

Lidah kita, selain untuk mengecap rasa, berfungsi juga untuk memindahkan dan mendorong makanan masuk ke dalam tenggorokan, dan untuk berbicara. Silakan kalian coba mengucapkan kalimat, “Saya suka makan sayur” tanpa bantuan lidah ^_^

Gangguan pada Lidah

Apakah ada gangguan yang bisa terjadi pada lidah? Tentu saja ada. Salah satunya adalah Glossitis.

Glossitis adalah peradangan pada lidah yang menyebabkan permukaan lidah bagian atas menjadi ‘gundul’. Hal ini biasanya disebabkan karena kekurangan vitamin B.

Glossitis, permukaan lidah jadi ‘gundul’, sumber: emaze.com

Apa jadinya kalau lidah bagian atas menjadi ‘gundul’? Tentunya lidah kita jadi tidak bisa untuk mengecap rasa, seperti mati rasa atau baal. Mati rasa bisa dirasakan bila kalian pernah disuntik lidahnya agar mati rasa sementara ketika sedang perawatan gigi. Nah, begitulah rasanya..

Apa yang harus dilakukan agar lidah kita yang berharga ini agar kesehatan lidah tetap terjaga? Ada beberapa hal yang bisa kalian lakukan, seperti:

  1. Menggosok lidah saat bersikat gigi dengan sikat gigi yang berujung halus.
  2. Makan sayuran yang mengandung mineral besi dan vitamin B.
  3. Coba hindari makanan yang terlalu panas.
« Older posts Newer posts »

© 2023 Sainspedia.xyz

Theme by Anders NorenUp ↑