Sainspedia.xyz

Menambah Wawasan Sedikit Demi Sedikit

Page 4 of 5

Berbagai Contoh dari Simbiosis Parasitisme

Pembaruan artikel pada January 28, 2023

Pada artikel sebelumnya sudah dibahas tentang apa yang dimaksud dengan simbiosis dan macam-macamnya.
Pada artikel kali ini akan diberikan berbagai contoh dari simbiosis parasitisme. Silakan disimak..

1. Tumbuhan Benalu dengan pohon inangnya

sumber: healthonlinetips.wordpress.com

Tumbuhan Benalu biasa disebut tanaman Parasit. Tanaman Parasit yaitu, tanaman yang hidup menempel atau menumpang pada tanaman lain dan mengisap zat-zat makanan dari tanaman yang ditumpanginya. Jadi, sudah jelas benalu dengan pohon inangnya merupakan contoh simbiosis parasitisme.

Keberadaan benalu mudah dikenali, karena memiliki daun,ranting, dan bunga yang berbeda dengan tanaman yang ditumpanginya. Benalu adalah tanaman perdu yang berbentuk lonjong agak meruncung dan bertangkai pendek. Permukaan daunnya mengilap. Bunganya berwarna cerah, kuning atau hijau kekuningan. Tumbuh secara berkelompok . Satu kelompok bunganya terdiri dari 5-7 bunga.

Benalu menyebar dengan bantuan burung. Burung memakan buah Benalu dikeluarkan bersama kotoran burung. Jika menempel pada dahan pohon, maka biji ini dapat tumbuh menjadi tanaman benalu.

Akar isap dari benalu mampu mengisap semua makanan yang diperoleh dari tumbuhan yang di tumpanginya dengan cara menancap pada batang tumbuhan yang hidup hingga masuk ke pembuluh pohon, kemudian menjalar menuju bagian-bagian tumbuhan yang ia tumpangi. dengan demikian benalu tumbuh subur. Sementara tumbuhan yang ditumpanginya semakin layu, perlahan-lahan batang tumbuhan itu akan kehilangan sari makanannya dan akhirnya kering atau mati.

2. Tumbuhan tali putri dengan inangnya

sumber: blogs.discovermagazine.com

Tali putri adalah tumbuhan yang tidak dapat melakukan fotosintesis. Tumbuhan ini berbentuk sulur-sulur seperti mie, berwarna kuning, dan menempel pada tumbuhan inangnya. Karena tidak dapat membuat makanannya sendiri (tidak memiliki klorofil untuk berfotosintesis), maka tali putri mengambil makanan dari inangnya.

Hal tersebut membuat tumbuhan inangnya dirugikan karena zat hasil fotosintesisnya dihisap oleh tali putri.

3. Rafflesia Arnoldii dengan tumbuhan inangnya

sumber: amazingbeautifulworld.com

Mirip dengan hubungan tali putri dan tumbuhan inangnya, alasan tumbuhan raflesia arnoldi menjadi tanaman parasit karena dia tidak bisa menghasilkan makanan sendiri. Artinya, tanaman ini tidak memiliki klorofil (zat hijau daun). Selain itu dia juga tidak memiliki akar dan batang.

4. Alang-alang dengan tanaman produksi

sumber: nashwacell.blogspot.com

Bentuk tanaman alang-alang ini memiliki daun yang memanjang dan biasanya hidup di antara tanaman produksi, seperti jagung atau padi. Yang dilakukan oleh si alang-alang ini adalah menyerap makanan dari tanaman yang hidup di sekelilingnya. Selain itu ia juga mengambil unsur hara makanan yang terkandung di tanah.

5. Cacing Pita dengan Manusia

sumber: www.sciencedaily.com

Cacing pita yang berada dalam tubuh manusia hidup di dalam usus manusia. Kenapa di dalam usus, karena usus adalah salah satu tempat dimana makanan diproses dan hasilnya diedarkan ke seluruh bagian tubuh sebagai energi.

Jadi, ketika makanan tersebut diproses, justru hasil proses diambil oleh cacing pita sebagai asupan makanannya. Akibatnya, tubuh menjadi kekurangan gizi. Jadi, kalau ada seseorang yang kelihatannya makannya banyak, tapi badannya tetap terlihat kurus, bisa jadi orang tersebut cacingan.

6. Cacing Tambang dengan Manusia

Cacing tambang
sumber: cosmosmagazine.com

Mirip dengan cacing pita, cacing tambang pun juga menjadi parasit bagi tubuh manusia. Bedanya, cacing tambang yang hidup di usus manusia menyerap darah dari pori-pori usus. Akibatnya manusia akan mengalami anemia atau kekurangan darah.

7. Kutu dengan Manusia

sumber: bangka.tribunnews.com

Kutu biasanya banyak tinggal di rambut kepala manusia. Ini membuat manusia merasa gatal-gatal. Sedangkan yang dilakukan kutu di rambut kepala kita adalah mendapatkan tempat tinggal dan memperoleh makanan dengan menghisap darah. Hiii…

Masih banyak lagi contoh lain yang menggambarkan simbiosis parasitisme. Namun intinya tetap sama, yaitu ada pihak yang diuntungkan, sedangkan yang lain dirugikan. Bisakah kamu beri contoh yang lain lagi?

Pengertian Simbiosis dan Macam-macamnya

Pembaruan artikel pada January 25, 2023

Secara harfiah simbiosis berasal dari bahasa yunani, sym yang berarti ‘dengan’ dan biosis yang berarti ‘kehidupan’. Simbiosis merupakan hubungan yang erat dan khusus antara dua makhluk hidup yang berlainan jenis. Adapun, makhluk hidup yang melakukan simbiosis disebut simbion.

Terdapat 3 macam hubungan antar makhluk hidup yang dikenal :

  1. Simbiosis Parasitisme
    Adalah hubungan antara dua makhluk hidup berlainan jenis, dimana satu simbion diuntungkan, dan yang lain dirugikan. Simbion yang diuntungkan biasa disebut simbion parasit.
  2. Simbiosis Komensalisme
    Yaitu hubungan antara dua makhluk hidup, dimana satu simbion diuntungkan, sedangkan yang lain tidak dirugikan juga tidak diuntungkan. Artinya, makhluk hidup yang lain tersebut tidak mendapat pengaruh dari kehadiran makhluk hidup yang diuntungkan olehnya.
  3. Simbiosis Mutualisme
    Adalah hubungan antara dua makhluk hidup berlainan jenis yang sama-sama saling menguntungkan.

Contoh-contoh dari ketiga macam simbiosis ini akan dibahas di artikel yang lain.

Sebuah Cerita Tentang Siklus Air

Pembaruan artikel pada January 25, 2023

Air adalah salah satu materi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Terbukti bahwa 70% dari zat penyusun tubuh manusia adalah air.

Tanpa plasma darah (baca serba-serbi tentang darah), darah tidak akan bisa mengirim oksigen ke seluruh tubuh. Kita masih bisa bertahan hidup hingga 30 hari tanpa makanan, namun kita akan mati kehausan jika dalam 3 hari tidak minum. Tidak hanya manusia, tumbuhan pun juga akan mati kekeringan jika tidak diberi air. Hewan pun juga sangat membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya. Jadi, tidak ada salahnya untuk tahu asal-usul air yang ada di muka bumi ini, agar kita paham betapa pentingnya air sebagai sumber kehidupan.

Siklus air atau sering disebut juga siklus hidrologi (hidro dari kata ‘hydro’ yang artinya air), secara umum terdiri dari beberapa proses :

  1. Panas matahari menyebabkan terjadinya proses penguapan air di permukaan bumi. Penguapan disebut juga EVAPORASI. Pengeuapan terbesar terjadi di samudera dan sisanya berasal dari danau, sungai, dan lahan basah. Selain itu ada juga proses pelepasan air oleh tumbuhan, yang disebut TRANSPIRASI. Keseluruhan proses itu disebut EVAPOTRANSPIRASI.
  2. Pada ketinggian tertentu, uap air mengembun, dan terlihat sebagai awan. Peristiwa mengembun disebut juga KONDENSASI.
  3. Dan setelah jenuh, kemudian akan jatuh dalam bentuk hujan, hujan es, salju, dan kabut. Peristiwa jatuhnya air kembali ke bumi disebut PRESIPITASI.
  4. Setibanya di permukaan bumi, air akan masuk ke dalam tanah melalui pori-pori tanah atau retakan pada batuan. Proses ini disebut INFILTRASI. Dalam proses ini, ada air yang mengalir di dalam tanah, yang disebut air tanah (ground water), ada yang mengalir di permukaan, ada juga air tanah yang keluar lagi bergabung dengan air permukaan, seperti danau dan sungai. Kemudian air permukaan, dan sebagian air tanah akan mengalir ke laut atau samudera.

Proses tersebut telah terjadi secara terus menerus sejak lama, hampir sama tuanya dengan bumi kita. Sekarang, mari kita bahas lebih detil beberapa proses tadi.

Ketika hujan turun pada tanah yang subur (contohnya tanah hutan), air akan mengisi rongga-rongga yang terdapat di antara butiran tanah. Lapisan ini bersifat permeabel (dapat ditembus air).

Air yang berhasil meresap ke dalam tanah akan terus bergerak ke bawah, hingga mencapai lapisan tanah atau batuan yang tak dapat ditembus/dilewati. Itu adalah lapisan yang bersifat impermeabel (tidak dapat ditembus air), disebut lapisan aquitard.

Akibatnya, air akan tertahan oleh lapisan aquitard, dan mengisi rongga-rongga yang terdapat di antara butiran tanah yang bersifat permeabel. Nah, air inilah yang disebut dengan AIR TANAH. Bagian atas dari air tanah disebut PERMUKAAN AIR TANAH.

Lapisan tanah

Pada musim hujan, di daerah yang memiliki kemampuan menyerap air dengan baik, air hujan akan tersimpan sebagai air tanah yang menyebabkan tinggi permukaan air tanah naik. Sedangkan di musim kemarau, ketinggian air tanah akan turun, karena kurangnya curah hujan, yang berarti kurangnya pasokan air.

Keadaan seperti itu merupakan sesuatu yang alamiah. Namun ketika hutan dan tanaman terus dibabat, banyak lahan jadi gundul. Selanjutnya, karena tidak ada tumbuhan yang menahan, maka ketika hujan datang, butir-butir tanah akan dihanyutkan air. Sehingga tanah jadi kehilangan kemampuannya menyerap air.

Akibatnya, air tidak dapat lagi ditampung di dalam tanah, melainkan langsung meluncur ke sungai dan terus ke laut. Nah, kalau sungai dan danau tak mampu lagi menampung air limpahan, terjadilah BANJIR.

Selain itu, akibat tidak adanya air yang ditampung oleh tanah, maka permukaan air tanah akan terus turun. Padahal untuk memulihkan persediaan air tanah diperlukan waktu yang sangat lama. Masalahnya, air tanah telah di’eksploitasi’ besar-besaran melalui penyedotan-penyedotan dengan menggunakan pompa berkapasitas besar.

Akibatnya, air yang terserap masuk ke dalam tanah tidak sebanyak air yang dikeluarkan dari dalam tanah. Akibat selanjutnya, cadangan air bersih akan habis. Dan ketika air yang mengisi rongga-rongga di dalam tanah habis, maka permukaan tanah juga akan turun. Dan suatu saat akan lebih rendah dari permukaan laut, sehingga air laut dengan mudah masuk daratan. Atau dengan kata lain, daerah tempat kita berpijak bisa TENGGELAM.

sumber: pontianak.tribunnews.com

Jadi, tidak mustahil kalau suatu saat nanti seluruh permukaan bumi nanti akan ditutupi oleh air. Lalu, bagaimana kita ingin mencegah agar hal tersebut tidak terjadi? Kita bisa kok melakukan hal yang sangat sederhana. HEMATLAH PENGGUNAAN AIR, artinya penggunaan air tanahnya bisa dipakai seefektif mungkin, dan tidak terbuang percuma.

Jenis Pesawat Sederhana dan Contohnya (Bagian 2)

Pembaruan artikel pada January 25, 2023

Pada artikel sebelumnya sudah dibahas 3 jenis pesawat sederhana, yaitu Pengungkit (tuas), bidang miring, dan roda dan poros. Mari kita lanjutkan membahas jenis pesawat sederhana yang lain.

4. Katrol

Katrol mirip dengan pesawat sederhana roda dan poros. Bedanya, kalau roda dan poros, umumnya rodanya bergulir (berpindah tempat), sedangkan pada katrol rodanya tidak bergulir.

Macam-macam katrol dapat dilihat dari gambar di bawah ini:

sumber: gurupintar.com

Katrol tetap

Katrol jenis ini mengubah arah gaya. Gaya yang seharusnya ke atas, diubah ke bawah, sehingga benda lebih mudah dipindahkan. Tapi, katrol tetap tidak membuat berat beban yang ditarik oleh tangan menjadi lebih ringan. Hanya memudahkan pekerjaan.

Katrol bergerak

Katrol jenis ini dapat bergerak dan membagi beban pada tali, sehingga gaya tarik tangan hanya setengah dari berat beban sebenarnya.

Katrol majemuk

Ini merupakan gabungan dari katrol bebas dan katrol tetap.

Blok katrol (katrol rangkap)

Adalah gabungan katrol-katrol yang disusun menjadi satu bagian. Blok katrol umumnya dipakai untuk mengangkut alat-alat berat.

5. Baji

Baji adalah pesawat sederhana yang kedua sisinya berupa bidang miring. Bedanya dengan jenis pesawat sederhana bidang miring, kalau bidang miring bidangnya diam, sedangkan kalau baji bidangnya bergerak.

Baji akan memudahkan kita untuk memotong/membelah benda, misalnya kapak. Selain itu juga untuk menyatukan (melekatkan) dua benda atau lebih, misalnya paku.

6. Ulir

Ulir adalah pesawat sederhana yang sebenarnya adalah bidang miring, namun bentuknya dibuat panjang dan melingkar. Ulir dapat menembus benda dengan mudah tanpa harus membelahnya. Selain itu bisa juga digunakan untuk mengencangkan atau menahan sesuatu agar tidak bergeser/bergerak.

Contoh dari ulir adalah sekrup dan mata bor.

sumber: kereta-sains.blogspot.co.id

Jadi ada 6 jenis pesawat sederhana yang perlu kamu ketahui. Sudahkah dipahami semuanya? ^_^

Kalau pesawat-pesawat sederhana tersebut digabungkan, maka jadilah yang namanya pesawat rumit.

Misalnya, mobil. Pada mobil terdapat pesawat sederhana roda dan poros, ulir. Mobil memudahkan kita untuk berpindah tempat.

Yang jadi referensi
Surya, Yohanes. 2007. IPA, Asyik, Mudah, dan Menyenangkan 5B. PT Kandel. Tangerang

Jenis Pesawat Sederhana dan Contohnya (Bagian 1)

Pembaruan artikel pada January 25, 2023

Dalam sains (tepatnya cabang ilmu fisika), terdapat istilah pesawat sederhana. Apa definisi dari pesawat sederhana? Mari kita bahas pada artikel ini.

Pengertian dari pesawat sederhana adalah alat-alat sederhana yang digunakan untuk dapat memudahkan pekerjaan kita.

Sebagai contoh, ketika seorang pekerja bangunan ingin mengambil bahan bangunan dari lantai bawah. Tentu akan sangat merepotkan kalau ia harus naik turun tangga untuk mengambil bahan bangunan tersebut. Ketika dipasang katrol, bahan bangunan dapat diambil dari lantai bawah ke atas. Karena katrol sudah memudahkan pekerjaan si pekerja tersebut, berarti katrol adalah salah satu contoh pesawat sederhana. Selanjutnya, akan dijelaskan satu per satu jenis-jenis pesawat sederhana yang ada

1. Tuas atau Pengungkit

Pengungkit adalah alat untuk mengungkit. Seperti apa pengungkit itu, silakan perhatikan gambar di bawah ini.

Tuas atau Pengungkit

Gambaran lain adalah alat dongkrak mobil. Mungkin kalau alat dongkrak, kamu sudah pernah lihat wujud aslinya ^_^ Atau yang lebih sederhana lagi misalnya, saat kamu membuka tutup kaleng menggunakan obeng untuk mengungkit.

Kembali pada gambar di atas tadi, berikut penjelasan bagian-bagian dari pengungkit:

Lengan beban : jarak titik tumpu dengan beban
Beban : benda yang akan diangkat
Kuasa (gaya) : gaya untuk mengangkat benda
Titik tumpu : titik dimana papan bertumpu
Lengan kuasa : jarak titik tumpu dengan gaya

Ketika kita akan mengangkat benda dengan kondisi seperti di atas, karena lengan bebannya pendek, maka akan mudah mengangkat benda tersebut. Sebaliknya, kalau kita perpanjang lengan bebannya, benda akan sulit diangkat. Nah, itulah prinsip kerja pengungkit.

Tuas atau pengungkit dikelompokkan dalam 3 kelas:

Pengungkit Kelas 1

Adalah pengungkit yang titik tumpunya berada di antara kuasa dan beban.

Contohnya adalah pengait paku pada palu, gunting, pemotong kuku, pompa air manual.

Jenis pengungkit kelas 1

Pengungkit Kelas 2

Adalah pengungkit yang bebannya berada di antara titik tumpu dan kuasa.

Contohnya adalah gerobak roda satu, pemecah biji-bijian, pemotong kertas.

Jenis pengungkit kelas 2

Pengungkit Kelas 3

Adalah pengungkit yang kuasanya berada di antara titik tumpu dan beban.

Contohnya adalah penjepit makanan, sekop, stapler, pancingan.

Jenis pengungkit kelas 3

2. Bidang Miring

Contoh penggunaan bidang miring adalah pada saat kamu misalnya akan memindahkan barang ke dalam truk.

Dengan menggunakan bidang miring, barang yang dipindahkan akan lebih mudah namun lintasan yang harus ditempuh lebih jauh

sumber: www.aanwijzing.com

Contoh lain dari penggunaan bidang miring adalah jalan di pegunungan.

Penerapan bidang miring. Sumber: blog.dupontregistry.com

3. Roda dan Poros

Roda dan poros sudah dikenal sejak jaman dahulu. Dulu, untuk membawa beban, orang akan menaruhnya di atas batang pohon dan menggulingkannya.

Contoh penggunaan roda dan poros : roda sepeda, kipas angin, kemudi mobil.

Masih ada lagi beberapa jenis pesawat sederhana. Kita akan bahas di artikel selanjutnya ya!

Yang jadi referensi
Surya, Yohanes. 2007. IPA, Asyik, Mudah, dan Menyenangkan 5B.PT Kandel. Tangerang

Bagaimana Tumbuhan Beradaptasi?

Pembaruan artikel pada January 25, 2023

Pada dasarnya semua makhluk hidup melakukan penyesuaian terhadap perubahan alam. Dengan cara itulah mereka bisa terhindar dari kepunahan.

Sebagai makhluk hidup, tumbuhan ditakdirkan sebagai produsen, yaitu penyedia makanan, yang berada di tingkat paling bawah. Selain itu, tumbuhan juga tak bisa berpindah-pindah tempat layaknya manusia dan hewan. Karena itu, tumbuhan harus melakukan adaptasi lebih keras ketimbang makhluk hidup lain.

Seperti manusia dan hewan, cara adaptasi tumbuhan juga dikelompokkan menjadi 3 jenis:

Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan

Adaptasi morfologi pada tumbuhan bisa dibedakan berdasarkan tempat hidupnya:

Tumbuhan Xerofit (menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang kering)

Tumbuhan xerofit berusaha untuk menyerap air semaksimal mungkin dari dalam tanah, menyimpannya, dan mencegah penguapan air yang berlebihan.
Cara adaptasi xerofit antara lain: mempunyai daun berukuran kecil, atau bahkan tidak berdaun (mengalami modifikasi menjadi duri). Batang dilapisi lapisan lilin yang tebal. Akarnya panjang, sehingga memiliki jangkauan sangat luas.
Contoh tumbuhannya adalah kaktus, lidah buaya, dan sansevieria.

Tumbuhan lidah buaya
Tumbuhan sansevieria

Tumbuhan Higrofit (menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang lembab)

Pada prinsipnya, bentuk adaptasi yang dilakukan oleh tumbuhan higrofit bertujuan untuk mempercepat proses penguapan air, agar jumlah kadar air yang berlebihan di dalam ‘tubuh’nya berkurang.
Bentuk adaptasinya antara lain: bentuk daun lebar dan tipis sehingga mempercepat penguapan air. Stomata lebih banyak terdapat di permukaan atas daun. Sering melakukan gutasi (proses pengeluaran air di sepanjang tepi daun). Daun dan batang memiliki lapisan kutikula dan lilin yang tipis.
Beberapa contoh tumbuhan higrofit adalah: pisang, kantong semar, tumbuhan paku, tumbuhan talas-talasan.

Tumbuhan higrofit

Tumbuhan Hidrofit (menyesuaikan diri pada lingkungan berair)

Tumbuhan hidrofit ini dibagi menjadi 3 kelompok.

1. Tumbuhan hidrofit terapung

Ciri-ciri tumbuhan ini adalah:

  • Daun yang tipis dan lebar
  • Batangnya menggembung
  • Akar tidak berkembang dan jumlahnya sedikit, sehingga penyerapan air oleh akar hanya sedikit
  • Batang dan daun tidak memiliki kutikula dan lapisan lilin, sehingga penguapan air mudah terjadi
  • Stomata lebih banyak di permukaan atas daun untuk mempercepat penguapan

Contoh yang termasuk tumbuhan ini adalah eceng gondok dan kiambang/kiapu

Tumbuhan hidrofit terapung

2. Tumbuhan hidrofit terendam

Ciri-ciri tumbuhan ini adalah:

  • Daun dan batang memiliki klorofil,namun tidak memiliki stomata. Pertukaran udara langsung melalui dinding sel
  • Tidak memiliki kutikula dan lapisan lilin sehingga penguapan air cepat terjadi
  • Dinding sel yang tebal mengurangi jumlah air yang masuk ke dalam sel dan mencegah pecahnya sel

Contoh tumbuhan jenis ini adalah hydrilla, vallisneria, dan lamun

Tumbuhan hidrofit terendam

3. Tumbuhan hidrofit yang sebagian tubuhnya terendam dan terapung

Ciri-ciri tumbuhan ini adalah:

  • Daun yang tipis dan lebar shingga dapat mengapung di atas air dan mempercepat penguapan
  • Stomata hanya terdapat di bagian atas daun
  • Batang yang panjang dan lunak dan memiliki aerenkim (rongga udara) sehingga tumbuhan bisa terapung
  • Akar tertanam di dasar perairan

Contoh tumbuhan jenis ini adalah teratai dan kangkung

Adaptasi Fisiologi pada Tumbuhan

Pada adaptasi ini, tumbuhan akan menyesuaikan diri melalui pengembangan fungsi organ atau alat-alat tubuh.

Adaptasi fisiologi pada tumbuhan bisa kita dapati pada:

  1. Bunga raflesia akan mengeluarkan bau busuk untuk menarik serangga agar mendatanginya. Dengan demikian, ketika serangga masuk ke dalam bunga raflesia akan menjadi makanannya.
  2. Tumbuhan kantong semar banyak terdapat di rawa yang kandungan nitrogennya sangat sedikit. Padahal nitrogen diperlukan untuk kelangsungan hidupnya. Untuk mencukupi kekurangan nitrogen tersebut, ia perlu mengambil sumber nitrogen dari serangga.
    Serangga yang hinggap di tepi tanaman kantong semar akan tergelincir dan terperangkap oleh cairan yang ada di dalam kantong. Cairan ini berguna untuk menghancurkan serangga sehingga nitrogennya dapat diserap.
  3. Tumbuhan tertentu yang mampu menghasilkan zat khusus yang dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan lain atau melindungi diri terhadap hewan herbivora.
    Misalnya tumbuhan semak azalea di Jepang, yang sanggup menghasilkan bahan kimia beracun, sehingga rusa tidak berani memakan daunnya.
Tumbuhan azalea

Adaptasi Tingkah Laku pada Tumbuhan

Contoh adaptasi cara ini bisa kita lihat saat tumbuhan berada di puncak suatu musim:

  1. Pada saat lingkungan berada dalam keadaan kering, tumbuhan yang termasuk suku jahe-jahean akan mematikan sebagian tubuhnya yang tumbuh di permukaan tanah.
  2. Daun jagung akan menggulung apabila udara sangat panas.
  3. Pada musim kemarau, pohon jati dan randu akan menggugurkan daunnya.
  4. Tumbuhan putri malu akan menguncupkan daunnya ketika terkena rangsangan atau disentuh.

Bagaimana Hewan-hewan Beradaptasi?

Pembaruan artikel pada January 30, 2023

Sudah naluri bagi suatu makhluk hidup untuk dapat bertahan hidup dalam lingkungannya. Mulai dari mendapat makanan sampai melindungi diri dari musuh alaminya sampai cuaca. Itulah pemahaman dari beradaptasi.

Dari artikel sebelumnya, sudah dijelaskan bahwa ada 3 macam bentuk adaptasi. Yaitu adaptasi morfologi, fisiologi, dan adaptasi tingkah laku. Pada postingan kali ini, kita akan lihat contoh-contoh bagaimana beberapa hewan beradaptasi dengan lingkungannya. Nah.. coba kalian tentukan, jenis adaptasi apa yang mereka lakukan ya ^_^

  1. Kebanyakan serangga memiliki tipe mulut penggigit berupa sepasang rahang di kiri-kanan yang disebut mandibula, agar dapat mengonsumsi makanan dengan cara menggigitnya. Selain mengonsumsi makanan, juga dimanfaatkan untuk berkelahi.
    Contoh serangga yang memiliki mulut seperti ini adalah semut, lipas, belalang, dan kumbang.
  2. Nyamuk memiliki bentuk mulut untuk menusuk dan menghisap. Karena makanannya adalah darah (dari hewan maupun manusia). Bentuk mulut nyamuk berupa pipa kecil yang panjang, runcing, dan kuat. Dengan begitu, nyamuk dapat dengan mudah menembus pori-pori kulit korban lalu menghisap darahnya.
  3. Kupu-kupu adalah jenis serangga yang memiliki mulut pengisap. Bentuknya seperti belalai kecil berujung tajam yang dapat digulung. Ketika dijulurkan, belalai itu dapat menjangkau nektar yang berada di bagian dalam bunga.
  4. Lebah madu memiliki tipe mulut pengisap dan penjilat. Mulut ini dilengkapi dengan lidah panjang yang menyerupai spons. Dengan lidah panjangnya itu, lebah madu dapat mengumpulkan nektar yang tersembunyi di bagian dalam dengan cara menjilatnya.
  5. Hewan herbivora (pemakan tumbuhan) memiliki enzim selulase yang berfungsi untuk mencerna daun yang mengandung banyak serat.
  6. Nyamuk memiliki zat antikoagulan (anti pembeku darah). Fungsinya adalah menjaga darah yang dihisap oleh nyamuk tetap bisa cair.
  7. Paruh burung pelikan berukuran besar dan mempunyai kantong di dalamnya. Bentuknya seperti itu karena menangkap mangsanya dengan cara seperti kita menyendok makanan yang berada di dalam kuah.
  8. Kaki elang berbentuk pendek dan bercakar tajam, digunakan untuk mencengkeram mangsanya. Selain itu elang juga memiliki mata yang jeli, mampu melihat mangsanya dari jarak yang jauh.
  9. Postur tubuh cheetah yang lentur di bagian punggungnya serta memiliki kaki yang panjang, memungkinkan ia berlari sangat cepat untuk berburu mangsanya.
  10. Kura-kura, meskipun berjalan lambat, namun memiliki tempurung tubuh yang sangat keras. Sehingga saat ada musuh yang ingin memakannya, ia akan kesulitan memakan kura-kura tersebut.
  11. Mirip dengan kura-kura, tubuh landak dipenuhi dengan duri agar musuhnya kesulitan memangsanya.
  12. Bunglon melakukan mimikri, yaitu menyesuaikan warna tubuh dengan lingkungannya. Hal ini dilakukan agar ia dapat mengelabui musuh dan mangsanya.
  13. Cicak memutuskan ekornya sendiri saat ia terancam oleh musuhnya. Dengan begitu, musuhnya mengira mendapatkan mangsanya, padahal hanya ekornya saja. Perilaku ini dinamakan autotomi
  14. Paus termasuk hewan mamalia. Karena itu mereka bernapas dengan paru-paru. Jadi, secara berkala mereka akan muncul ke permukaan untuk mengambil udara, lalu menyelam lagi. Lho, jadi selama di dalam air, mereka menahan napasnya? Ya, betul sekali! Konon paus dapat menahan napas selama hampir 2 jam di dalam air!
  15. Rayap akan memakan kembali kulitnya yang terkelupas saat pergantian kulit. Hal ini dilakukan karena dalam kulit rayap terdapat usus rayap yang ikut mengelupas, dan usus tersebut memiliki flagellata yang menghasilkan enzim selulase yang dapat mencerna kayu. Selain itu bayi rayap yang baru menetas akan menjilati dubur rayap dewasa untuk mendapatkan flagellata tersebut dengan tujuan mendapatkan enzim selulase.
  16. Ikan yang hidup di laut akan mengeluarkan urin yang lebih pekat jika dibandingkan dengan ikan yang hidup di air tawar. Hal ini disebabkan karena kadar garam air laut lebih tinggi dari air tawar. Tingginya kadar garam menyebabkan ikan kekurangan air, sehingga banyak minum. Akibatnya kadar garam dalam darahnya menjadi tinggi sehingga untuk mengurangi kepekatan cairan dalam tubuhnya, ikan mengeluarkan urine yang pekat.
  17. Hewan-hewan yang hidup di tempat kering seperti gurun akan mengalami masalah ketersediaan air yang terbatas. Untuk itu, unta memiliki kemampuan untuk memetabolisme lemak tubuhnya menjadi air dan energi.

Itu tadi adalah beberapa contoh bagaimana hewan beradaptasi dengan lingkungannya. Apakah kalian sudah dapat menentukan jenis adaptasi dari setiap poin di atas? Baiklah, di bawah ini adalah kunci jawabannya. Silakan dicocokkan ya!

  1. Adaptasi morfologi
  2. Adaptasi morfologi
  3. Adaptasi morfologi
  4. Adaptasi morfologi
  5. Adaptasi fisiologi
  6. Adaptasi fisiologi
  7. Adaptasi morfologi
  8. Adaptasi morfologi
  9. Adaptasi morfologi
  10. Adaptasi morfologi
  11. Adaptasi morfologi
  12. Adaptasi tingkah laku
  13. Adaptasi tingkah laku
  14. Adaptasi tingkah laku
  15. Adaptasi tingkah laku
  16. Adaptasi fisiologi
  17. Adaptasi fisiologi
Yang jadi referensi:
2014. Komik Kuark Level III Edisi 05 Tahun XI. Jakarta
2014. Komik Kuark Level III Edisi 07 Tahun XI. Jakarta

Apa Itu Hujan Asam?

Pembaruan artikel pada January 25, 2023

Kebetulan lagi baca buku, ada kolom info tentang hujan asam. Jadilah pengen cari tahu lebih tentang hujan asam. Saya coba share disini ya..

Hujan asam adalah istilah yang digunakan ketika hujan mengandung nilai asam yang tinggi. Apa sih asam itu sendiri? Apakah itu suatu rasa yang suka kita temukan kalau makan sesuatu?

Hmm.. kira-kira ada hubungannya juga dengan itu, rasa masam. Rasa masam biasa kita temukan dalam buah-buahan yang mengandung vitamin C, misal jeruk. Selain buah-buahan, cuka juga rasanya masam. Zat yang berasa masam menunjukkan bahwa zat tersebut mengandung asam.

Selain rasanya masam, zat yang mengandung asam bersifat korosif, artinya dapat merusak. Semakin rendah tingkat pH suatu zat, maka daya rusaknya pun semakin tinggi. Zat bersifat asam selain yang ada pada makanan adalah asam sulfat. Asam sulfat digunakan sebagai larutan pada aki.

Dampak Hujan Asam

Jadi, apablia terjadi hujan asam, berarti air hujan yang jatuh dari langit sangat berbahaya. Kenapa? Karena dapat merusak. Kulit tubuh kita yang terkena hujan asam akan terasa panas dan perih jika disentuh. Hujan asam dengan kadar keasaman tinggi dapat menyebabkan gangguan pernapasan.

Hujan asam juga dapat mempercepat proses korosi (perkaratan). Logam yang mengalami korosi biasanya menjadi rapuh dan keropos. Akibatnya, bangunan, misalnya jembatan dari besi, lama kelamaan akan jadi rapuh. Bangunan yang terbuat dari batuan juga akan jadi mudah lapuk jika terkena hujan asam.

Tumbuhan juga ternyata terkena dampak dari hujan asam. Zat kimia dari hujan asam, jika diserap oleh tumbuhan akan menghambat pertumbuhannya sehingga bisa kekeringan dan akhirnya mati.

Hujan asam yang jatuh pada danau akan meningkatkan keasaman danau. Keasaman danau yang meningkat menyebabkan beberapa spesies biota air mati karena tidak mampu bertahan di lingkungan asam.

Mengapa Bisa Terjadi Hujan Asam?

Hujan asam mengandung zat sulfur dan nitrogen yang berada di udara. Sumbernya adalah gas buang yang dikeluarkan dari pabrik-pabrik, gas buang dari pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar batubara atau minyak bumi, juga asap dari kendaraan bermotor.

Di udara, zat-zat tersebut bergabung dengan titik-titik air yang membentuk awan, dan jatuh ke bumi sebagai hujan.

Secara alami, zat-zat penyebab hujan asam juga bisa bersumber dari semburan gunung berapi.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Sainspedia.xyz

Theme by Anders NorenUp ↑