Sainspedia.xyz

Menambah Wawasan Sedikit Demi Sedikit

Page 5 of 5

Adaptasi Makhluk Hidup

Pembaruan artikel pada January 25, 2023

Pengertian dari adaptasi adalah upaya yang dilakukan makhluk hidup untuk mengatasi tekanan dari lingkungan, agar bisa bertahan hidup. Agar makhluk hidup dapat beradaptasi, ia perlu menyesuaikan dirinya terhadap lingkungan.

Nah, proses menyesuaikan diri terhadap lingkungan tidak berlangsung dalam waktu singkat. Perlu waktu ribuan hingga jutaan tahun untuk melakukan penyesuaian hingga sampai pada keadaan mereka sekarang.

Misal, itik di danau. Mereka telah melewati proses adaptasi sebagai hewan darat yang hidup dan mencari makanan di perairan selama ribuan tahun sebelum tumbuh selaput di antara jari-jari kakinya. Demikian pula dengan paruh yang berbentuk sudu serta pangkalnya yang bergerigi. Itu sesuai dengan fungsinya untuk menyaring makanan dari air serta lumpur.

Jadi, dengan beradaptasi, suatu makhluk hidup akan mampu:

  1. Memperoleh udara, air, dan makanan
  2. Mengatasi keadaan lingkungan, seperti suhu, cuaca, dan sebagainya
  3. Mempertahankan hidup dari musuh-musuh alami
  4. Tetap bereproduksi
  5. Mengantisipasi perubahan yang terjadi di lingkungannya

Macam-macam Adaptasi

Adaptasi terdiri dari 3 macam, yaitu:

1. Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi adalah penyesuaian terhadap lingkungan tempat tinggalnya melalui perubahan bentuk tubuh atau alat-alat tubuh. Adaptasi jenis ini mudah diidentifikasi, karena perubahan yang dilakukan terjadi pada bentuk luar fisik suatu makhluk hidup.

Pada hewan, biasanya adaptasi morfologi terlihat pada bentuk paruh, bentuk kaki, mulut, dan lain-lain. Kalau pada tumbuhan, terlihat pada bentuk akarnya, batang, maupun daun.

Berikut contoh-contoh makhluk hidup yang beradaptasi secara morfologi:

  • Paruh dan cakar elang yang melengkung, runcing, serta tajam. Digunakan untuk mencengkeram atau mencabik-cabik daging mangsanya.
  • Burung pemakan biji-bijian, seperti burung kakatua atau burung betet, biasanya memiliki paruh kecil, keras, dan runcing.
  • Telapak kaki bebek yang bentuknya melebar, berfungsi untuk berenang.
  • Tanaman kaktus memiliki daun yang sangat kecil seperti jarum dan akar yang panjang.
  • Tumbuhan teratai memiliki daun yang lebar dan akarnya pendek.

2. Adaptasi Fisiologi

Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian yang dilakukan melalui pengembangan pada fungsi organ atau alat-alat tubuh. Adaptasi cara ini agak sulit diamati, karena terjadi di bagian dalam tubuh.

Contoh bentuk adaptasi secara fisiologi:

  • Hewan-hewan yang memamah biak, seperti sapi, kerbau, kambing, di dalam saluran pencernaan mereka terdapat enzim selulase. Enzim ini berfungsi mencerna selulosa yang menysun dinding sel tumbuhan, sehingga makanan jadi lebih mudah dicerna.
  • Jenis tumbuhan yang memerlukan bantuan serangga atau burung, mereka mengembangkan kemampuan untuk menghasilkan zat yang membuat bunganya mengandung nektar dan bisa mengeluarkan bau yang khas. Dengan begitu, serangga atau burung tertarik untuk mendekati tumbuhan tersebut.

3. Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian diri terhadap lingkungan melalui tingkah laku. Seperti morfologi, adaptasi jenis ini juga dapat terlihat jelas secara kasat mata.

Contoh hewan dan tumbuhan yang beradaptasi dengan cara seperti ini:

  • Beruang melakukan hibernasi (tidur yang sangat panjang) selama musim dingin berlangsung.
  • Paus sewaktu-waktu muncul ke permukaan air untuk mengambil oksigen.
  • Pohon jati menggugurkan daunnya saat musim kemarau.

Masih banyak contoh hewan dan tumbuhan yang melakukan adaptasi. Kita akan bahas lebih jelas di artikel lainnya ya!

Hmm… bagaimana dengan manusia? Apakah manusia tidak beradaptasi? Karena manusia termasuk makhluk hidup, tentu saja ikut beradaptasi! Lalu, apa contoh bentuk penyesuaian diri yang dilakukan oleh manusia?

Misalnya saat cuaca dingin, apa yang kamu lakukan? Biasanya kamu menggunakan jaket atau pakaian tambahan agar badan tetap hangat. Jika tangan dan wajahmu terasa dingin kamu akan menggosok-gosokkan kedua tangan lalu ditempelkan ke pipi. Atau jika kamu berada di alam terbuka, kamu akan menyalakan api unggun lalu duduk di dekatnya supaya terasa hangat. Nah, kira-kira adaptasi jenis apa ya, kalau seperti itu?

Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Darah

Pembaruan artikel pada January 28, 2023

Darah merupakan salah satu bagian yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Tanpa darah, organ-organ tubuh kita tidak akan mendapatkan asupan nutrisi. Kalau tidak mendapat asupan nutrisi, organ tubuh tidak akan bekerja dengan baik.

Berikut beberapa fungsi darah pada tubuh kita :

  1. Sebagai media transportasi nutrisi dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh
  2. Membawa karbondioksida dan sisa metabolisme untuk diekskresi (dibuang)
  3. Membawa hormon dari tempat produksinya ke organ target
  4. Sebagai pertahanan tubuh dari infeksi mikroorganisme

Bagian Darah

Bagian darah

Darah terbagi menjadi 2 bagian:

  1. Plasma DarahDari seluruh darah di dalam tubuh kita, lebih dari separuh bagian merupakan plasma darah. Komponen terbesar dari plasma darah ialah air. Plasma darah berbentuk cairan bening kekuning-kuningan.Plasma darah berfungsi untuk:
    • Mengangkut zat makanan
    • Membantu penggumpalan darah
    • Membentuk kekebalan tubuh
  2. Sel Darah
    Sel darah merupakan bagian darah yang padat. Ada 3 macam sel darah:
    1. Sel darah merah (eritrosit)
      Sel darah merah adalah penyusun jaringan darah terbesar. Warna sel darah merah disebabkan karena pigmen merah yang disebut hemoglobin (Hb). Hb ini mempunyai daya ikat tinggi terhadap O2. Selain mengikat O2, Hb juga dapat mengikat CO2 sisa metabolisme tubuh untuk dibuang ke luar tubuh melalui organ ekskresi.
    2. Sel darah putih (leukosit)
      Sel darah putih adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi luar. Saat terjadi luka, maka sel darah putih akan berkumpul di tempat luka yang merupakan jalur masuk bagi bakteri dan virus. Saat ada bakteri atau virus yang masuk, maka sel darah putih akan melakukan pola penyerangan yang hasilnya akan menimbulkan nanah. Nanah itu sendiri merupakan gabungan dari sel darah putih yang mati, mikroorganisme, sel tubuh sekitar, dan cairan tubuh.
      Jumlah sel darah putih lebih sedikit daripada sel darah merah dengan perbandingan 1:700. Namun jumlahnya bisa naik turun, salah satu faktornya karena ada infeksi kuman penyakit.
    3. Keping darah (trombosit)
      Di dalam darah terdapat protein (trombin) yang larut dalam plasma darah yang mengubah fibrinogen menjadi fibrin atau benang-benang. Fibrin ini akan membentuk anyaman dan terisi keping darah, sehingga mengakibatkan penyumbatan dan akhirnya darah bisa membeku.
Komposisi bagian sel darah
Komposisi jumlah bagian-bagian sel darah pada tubuh

Gangguan pada Sistem Peredaran Darah

1. Anemia
Adalah penyakit yang disebabkan karena tubuh kekurangan sel darah merah sehingga oksigen sedikit yang dapat diikat oleh hemoglobin akibatnya penderita akan mengalami letih dan lesu.

sumber: www.plantbasedpharmacist.com

2. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
Adalah penyakit yang ditunjukkan dengan tingginya tekanan darah bila diukur dengan alat pengukur tekanan darah. Ibarat sebuah selang yang mengalirkan air secara normal. Namun karena banyaknya kotoran di dalam selang, akibatnya saluran air menjadi sempit. Sehingga tekanan air yang mengalir akan menjadi makin besar. Akibat dari hipertensi ini dapat menyebabkan timbulnya penyakit lain, seperti penyakit jantung, pembuluh darah, dan ginjal

3. Hemofilia
Adalah penyakit keturunan yang ditandai dengan darah yang tidak dapat membeku sehingga seorang penderita dapat mati walau pun hanya terkena luka kecil saja. Penyakit ini cukup langka diderita orang di dunia.

sumber: www.sehatcenter.com

4. Leukimia (kanker darah)
Penyakit leukimia sering sekali disebut sebagai kanker darah dimana terjadi peningkatan jumlah sel darah putih di dalam tubuh yang mengakibatkan sel darah merah dimakan oleh sel darah putih.

sumber: huggedandkissed.org

5. Penyakit varises
Varises diakibatkan karena tekanan darah yang besar sehingga pembuluh darah menjadi melebar dan menimbulkan urat – urat yang menonjol. Biasanya varises muncul di kaki yaitu urat – urat akan menonjol keluar.

sumber: mediskus.com

6. Thalasemia
Kelainan darah yang diturunkan dimana tubuh tidak memproduksi cukup hemoglobin sehingga mengakibatkan jumlah hemoglobin di dalam tubuh sedikit. Akibatnya daya ikat terhadap oksigen dan karbondioksida berkurang.

sumber: www.motherbabychild.com
Yang jadi refefrensi
2008. Komik Kuark Level III Edisi 06 th IV. Jakarta

Sistem Peredaran Darah Manusia

Pembaruan artikel pada January 24, 2023

Mari kita bahas mengenai sistem peredaran darah pada manusia. Bagi yang belum paham apa yang dimaksud dengan sistem pada “sistem peredaran darah manusia”, silakan baca disini.

Jadi, ada beberapa organ penting yang bekerja pada sistem peredaran darah manusia:

  1. Jantung, yang berfungsi memberikan oksigen untuk seluruh tubuh dan membersihkan karbondioksida dari tubuh
  2. si Darah itu sendiri, salah satu fungsinya adalah membawa oksigen ke seluruh tubuh
  3. Pembuluh darah, fungsinya adalah sebagai saluran tempat darah beredar di seluruh tubuh
  4. Paru-paru, tugasnya memasok oksigen ke jantung. Asupan udara saat bernapas dilakukan oleh paru-paru. Dan oksigen yang didapat ditambahkan ke dalam darah untuk kemudian dibawa ke jantung

Jantung

Dalam sistem peredaran darah, jantung sangat dibutuhkan agar dapat memompa darah. Dengan begitu, oksigen yang dibawa oleh darah dapat tersebar ke seluruh bagian tubuh.

Posisi jantung pada tubuh kita letaknya tepat di pusat dada. Karena saking pentingnya, jantung kita dilindungi oleh tulang rangka agar tidak mudah terbentur sesuatu dari luar tubuh. Meskipun begitu, tetap saja kita harus hati-hati. Jangan sampai kita melakukan kegiatan yang membahayakan jantung kita. Misal, permainan skip challenge yang sempat heboh.

Organ jantung terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian kiri dan bagian kanan. Setiap bagian jantung mempunyai ruang atas yang bernama atrium (serambi) dan ruang bawah yang bernama ventrikel (bilik). Serambi pada jantung berfungsi mengumpulkan darah, sedangkan bilik berfungsi mengeluarkan darah.

Ada 2 proses peredaran darah yang terjadi dalam tubuh:

Peredaran Darah kecil

Peredaran darah kecil adalah peredaran darah yang hanya keluar dari jantung untuk melalui paru – paru saja kemudian akan kembali lagi ke jantung. Peredaran darah kecil ini bertujuan untuk menukar darah yang miskin oksigen menjadi darah yang kaya oksigen yang terjadi di dalam paru – paru.

Jalurnya:

Jantung (bilik kanan/ventrikel kanan) —> Arteri (pembuluh nadi) pulmonalis —> Paru – paru —> Vena  (pembuluh balik) pulmonalis —> Jantung (serambi kiri/atrium kiri)

Peredaran Darah Besar

Peredaran darah besar adalah peredaran darah dari jantung ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru.

Setelah darah yang berasal dari peredaran darah kecil sampai ke bilik kiri jantung, bilik kiri memompanya ke seluruh tubuh melalui aorta (arteri besar baik ke atas (kepala, otak, dsb) dan ke bawah (tangan, perut, kaki, dsb), setelah itu darah terpompa kembali masuk ke serambi kanan melalui vena (pembuluh balik) dan siap masuk ke sistem peredaran darah kecil.

Agar lebih jelas, perhatikan gambar di bawah

Kalau dilihat, terdapat bagian gambar pembuluh darah dan organ-organ yang berwarna putih dan ada juga yang berwarna abu-abu. Bagian yang berwarna putih menunjukkan bagian yang kaya oksigen (miskin karbondioksida), sedangkan yang berwarna abu-abu adalah bagian yang kaya karbondioksida (miskin oksigen)

Kalau kita simpulkan dari adanya proses peredaran darah kecil dan besar:

  1. Proses pertukaran darah yang tadinya sedikit mengandung oksigen (darah kotor) menjadi banyak mengandung oksigen (darah bersih) terjadi di dalam paru-paru.
  2. Untuk selanjutnya, darah yang banyak mengandung oksigen (darah bersih) akan diedarkan ke seluruh tubuh.
  3. Setelah diedarkan ke seluruh tubuh, darah akan mengandung banyak karbondioksida lagi (darah kotor). Darah tersebut akan mengalir lagi menuju jantung lalu ke paru-paru untuk selanjutnya diproses lagi menjadi darah yang kaya oksigen.

Proses ini akan berlangsung terus menerus tanpa kita sadari.

Sistem yang Bekerja pada Makhluk Hidup

Pembaruan artikel pada January 25, 2023

Ada banyak sekali sistem yang bekerja pada suatu makhluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan). Beberapa contohnya adalah: sistem peredaran darah, sistem pencernaan, sistem pernapasan, dan masih banyak lagi.

Sebelum kita mempelajari apa saja sistem yang bekerja pada tubuh kita, kita perlu tahu apa sih yang dimaksud ‘sistem’ itu sendiri. Agar saat mempelajarinya kita bisa membayangkan bagaimana organ-organ yang ada di tubuh kita bekerja. Jadi, belajar akan lebih mudah jika kita paham, ketimbang hanya menghafal 🙂

Kalau mengambil definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, sistem berarti perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Kalau dikaitkan dengan tubuh makhluk hidup, sistem bisa berarti sekumpulan organ atau bagian-bagian yang ada di dalam tubuh yang saling bekerja sama melakukan suatu fungsi.

Ibaratnya sebuah mobil. Bagaimana caranya agar mobil dapat berjalan? Diperlukanlah sebuah sistem agar mobil bisa bergerak. Apa saja komponen yang bekerja ketika mobil berjalan? Contohnya bahan bakar, tangki bahan bakar, mesin, roda, dan lain-lain. Nah, semua komponen tersebut harus bekerja agar mobil dapat bergerak.

Jadi, apa itu sistem peredaran darah? Artinya sekumpulan organ yang ada di dalam tubuh yang saling bekerja sama untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Apa saja organ yang termasuk dalam sistem peredaran darah? Misalnya, darah, jantung.

Apa itu sistem pencernaan? Artinya sekumpulan organ yang ada di dalam tubuh yang saling bekerja sama mencerna makanan mulai dari masuknya makanan ke dalam tubuh hingga akhirnya didapatkan nutrisi makan yang berfungsi untuk tubuh. Apa saja organ yang termasuk dalam sistem peredaran darah? Misalnya, lambung, pankreas, usus halus, usus besar, dan lain-lain.

Itu dulu sedikit penjelasan mengenai “sistem”. Untuk artikel-artikel selanjutnya, kita coba bahas satu per satu sistem yang bekerja pada tubuh manusia maupun hewan. Tunggu ya!

Newer posts »

© 2026 Sainspedia.xyz

Theme by Anders NorenUp ↑